Rabu, 09 Juni 2021

Action Youth #1 Labuan Bajo - Pengabdian Masyarakat di 3T 2021

 Simfoni Pengabdian Dalam Mengukir Asa di Dusun Kampung Baru NTT

 

Sebanyak 17 peserta volunteer yang terpilih dari seluruh penjuru Indonesia membawa misi sosial dalam kegiatan pengabdian Youth Action#1 guna mengukir asa di Dusun Kampung Baru, Desa Nanga Kantor Barat, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat NTT. Kegiatan ini dimulai sejak tanggal 1-6 Juni 2021 yang difasilitasi oleh organisasi Indonesian Youth Action (IYA) guna membantu menghadirkan pembangunan kesejahteraan bagi wilayah pedesaan yang terpencil. Para volunteer yang berasal dari lintas disiplin ilmu yang berbeda siap untuk mengabdikan keilmuannya dalam aktivitas bidang kesehatan, ekonomi kreatif, pendidikan, serta lingkungan dan sosial.

Pada bidang kesehatan program yang dilaksanakan diantaranya yaitu sikat gigi bersama, balita sehat, medical check up, sosialisasi tentang BAB sehat dan pencegahan covid-19. Di bidang ekonomi kreatif program yang diselenggarakan yaitu sosialisasi dan praktik langsung dalam pengolahan komoditi unggulan berupa Ikan Cara menjadi olahan abon, pembuatan kerajinan tangan yang bernilai jual dari bahan bekas, serta pengadaan bazar. Program kerja yang tidak kalah menarik juga diselenggarakan di bidang pendidikan yang dibagi menjadi 2, yaitu yang pertama berupa kelas sekolah pagi yang bertempat di SD Negeri Kampung Baru dengan programnya adalah kelas inspirasi dan literasi, serta nasionalisme dan pramuka, sementara yang kedua berupa sekolah alam dengan programnya adalah fun learning dan pembuatan Taman Baca Masyarakat (TBM). Untukbidang terakhir dari lingkungan dan sosial melaksanakan program kegiatan berupa, pembuatan penunjuk arah desa dan tempat sampah umum, sosialisasi dan pembuatan jamban sehat, edukasi tentang limbah dan pemanfaatannya sebagai eco-enzym, serta pembuatan pekarangan rumah pangan lestari. Kegiatan-kegiatan tersebut tentunya dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

Medical Check Up oleh Divisi Kesehatan

Sosialisasi dan Branding Pembuatan Abon Ikan oleh Divisi Ekonomi Kreatif

Peresmian TBM oleh Divisi Pendidikan

Peresmian WC Umum oleh Divisi Lingkungan dan Sosial

Selain melaksanakan berbagai macam program pengabdian, para volunteer IYA juga tidak lupa untuk mengeksplor dan menikmati tempat-tempat wisata yang ada di NTT yaitu mulai dari pulau komodo, pulau padar, dan pantai pink. Sehingga tidak ketinggalan dibuatlah juga video dokumentasi yang menunjukkan betapa indahnya panorama bumi NTT untuk dapat dinikmati oleh kalangan luas sebagai bentuk promosi kepariwisataan. Suksesnya seluruh agenda pada program Youth Action#1 ini juga tidak lepas dari dukungan berbagai pihak seperti Kemendikbud yang menyumbang buku, Genpi Nasional, Genpi NTT, Paragon Technology and Innovation, Dampak Sosial Indonesia, Ngomong Gizi, Radar News NTT, UIN Ar Raniry, Kabupaten Manggarai Barat, Forum Indonesia Muda regional NTT, Lion Japan, Kitabisa, Human Initiative, Kodomo, Ciptadent, Pocut Travel (PO), Aksi Cepat Tanggap (ACT), serta Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)Pada akhirnya program-program yang diselenggarakan dalam simfoni kegiatanpengabdian ini diharapkan akan mendatangkan manfaat danperubahan besar dalam membantu meningkatkan kualitas kesejahteraan masyarakat setempat, selain itu juga dapat membantu menajamkan kemampuan sosial dari para volunteeruntuk lebih aplikatif dan adaptif di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat agar dapat menjadi bibit-bibit unggul yang siap memberikan konstribusinya dalam membangun negeri ini.

   

Selasa, 12 November 2019

HKN Ke 55 MANGGARAI BARAT

Selasa 12 November 2019

HKN Ke 55, ASN Mabar Gelar Jalan Sehat

Salah satu acara guna menyemarakan kegiatan  peringatan Hari Ulang Tahun Kesehatan Nasional ke 55 tahun 2019 tingkat Kabupaten Manggarai Barat tahun 2019 megikuti kegiatan jalan sehat, yang melibatkan seluruh Puskesmas  se Kabupaten Manggarai Barat dan jajaran ASN Manggarai Barat Selasa 12 November 2019 pagi

jalan sehat ini juga di ikuti dan di buka langsung oleh Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula, Wakil Bupati Manggarai Barat drh. Maria Geong, Ph. D sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Manggarai Barat dan undangan lain

Rute jalan sehat, dari Kantor Bupati Manggarai Barat jalan Frans Lega, Langka Kabe, depan Bank NTT,  depan Dinas Kesehatan, depan KPUD Mabar, depan SDK Wae Medu, depan Polres dan kembali ke kantor Bupati dan melanjutkan senam bersama serta makan buah dan telur secara massal lalu di lanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada beberapa peserta yang aktif dan semangat

Selasa, 22 Oktober 2019

Daftar Menteri Kabinet Indonesia Maju

1. Menko Polhukam: Mahfud MD
2. Menko Perekonomian: Airlangga Hartarto
3. Menko Maritim dan Investasi: Luhut Panjaitan
4. Menko PMK: Muhadjir Effendy
5. Menhan: Prabowo Subianto
6. Mendagri: Tito Karnavian
7. Menlu: Retno LP Marsudi
8. Menag: Fachrul Razi
9. Menteri ATR: Sofyan Djalil
10. Mendes: Abdul Halim Iskandar
11. Menteri ESDM: Pramono Anung
12. Menkumham: Yasonna H Laoly
13. Menteri KKP: Edhy Prabowo
14. Menkes: dr Terawan
15. Menaker: Ida Fauziyah
16. Menkeu: Sri Mulyani
17. Menkominfo: Jhonny Plate
18. Menteri LHK: Siti Nurbaya Bakar
19. Menteri PUPR: Basuki
20. Mendikbud-Dikti: Nadiem Makarim
21. Mendag: Agus Suparmanto
22. Menhub: Budi Karya Sumadi
23. Menperin: Agus Gumiwang
24. Mentan: Syahrul Yasin Limpo
25. Menristek: Suharso Monoarfa
26. Mensos: Juliari Batubara
27. Mensesneg: Pratikno
28. Menkop: Teten Masduki
*29. Menteri PPPA*
30. Menpan: Tjahjo Kumolo
31. Menteri PPN: Bambang Brodjonegoro
32. Menteri BUMN: Erick Thohir
33. Menpar: Wishnutama
34. Menteri Investasi & BKPM: Bahlil Lahadalia

Kepala Badan Olahraga Nasional: Zainudin Amali
*Seskab:
Kepala KSP: Moeldoko

Senin, 24 Juni 2019

Motivasi dari Nouman ali Khan


*KATA MUTIARA 1*
“Orang-orang yang menguji kesabaran Anda sesungguhnya adalah berkah. Tanpa mereka, Anda tidak akan bisa berlatih sabar."

*KATA MUTIARA 2*
"Ketika Anda sedang menghadapi sesuatu yang buruk dan mulai bertanya-tanya 'dimanakah Allah?'. Ingatlah bahwa saat sedang ujian, guru selalu diam."

*KATA MUTIARA 3*
"Bila Anda berada dalam posisi untuk membantu seseorang, berbahagialah! karena Allah sedang menjawab doa orang itu melalui Anda."

*KATA MUTIARA 4*
"Anda tahu apa yang Quran ajarkan kepada saya? Quran mengajarkan kepada saya bahwa orang yang sangat kaya bisa menjadi sebuah kegagalan (Firaun) dan seorang tunawisma bisa menjadi sukses (Nabi Ibrahim). Ini mengajarkan kepada saya bahwa kesuksesan tidak ada hubungannya dengan kekayaan dan kegagalan tidak ada hubungannya dengan kemiskinan."

*KATA MUTIARA 5*
"Bila Anda tidak sabar, Anda mulai mengeluh. Dan fakta bahwa Anda mengeluh adalah pertanda bahwa Anda tidak bersyukur."

*KATA MUTIARA 6*
"Anda tidak bisa mengubah tingkah laku seseorang, yang bisa Anda lakukan hanyalah mengingatkan mereka, dan berharap Allah akan mengubah hati mereka."

*KATA MUTIARA 7*
"Jangan memaksakan agama pada keluarga Anda. Tunjukkan pada mereka keindahan Agama melalui tingkah laku Anda."

*KATA MUTIARA 8*
"Saya bersyukur karena memeluk sebuah agama yang secara alami dapat menyesuaikan diri dengan perubahan zaman namun memiliki nilai dan prinsip abadi."

*KATA MUTIARA 9*
"Setiap kesuksesan yang Anda alami adalah kombinasi dari dua hal: usaha Anda dan pertolongan Allah. Bila Anda tidak melakukan usaha yang cukup, Allah tidak akan memberikan barakah-Nya. Dan terkadang Anda bisa melakukan banyak usaha tapi Anda mungkin tidak mendapat hasil yang Anda harapkan. Itu juga merupakan barakah Allah."

*KATA MUTIARA 10*
"Tidak ada yang salah dengan memiliki pekerjaan bagus, tidak ada salahnya memiliki rumah yang bagus, tidak ada yang salah dengan itu. Yang salah adalah ketika hal itu menjadi tujuan utama Anda."

*Itulah 10 kata-kata mutiara dari Nouman Ali Khan*.
 Sangat sejuk dan menginspirasi, kan.

Saya berharap artikel ini bisa menjadi suatu amal kebajikan dan bermanfaat bagi kita semua. 

Referensi: http://www.azquotes.com/author/28405-Nouman_Ali_Khan

Kamu Pasti Ke Luar Negeri By Kartini F. Astuti

BACA INI, DIJAMIN 100% KAMU PASTI KE LUAR NEGERI

Begitulah, tanpa sadar kamu sedang diperdaya oleh papan iklan saat tergila-gila dengan kata ‘luar negeri’. 

Kursus bahasa asing laku keras. Poster lomba dengan latar mancanegara berjejer di mana-mana.

Begitu pun di kampus. Tidak bisa disangkal bahwa teman-teman yang baru pulang dari luar negeri lebih prestisius di matamu. Mereka yang sudah pernah ke luar negeri bisa kamu simak berjam-jam meskipun ocehannya jauh panggang dari api.

Segera kamu ingin seperti mereka. Dianggap ada, minimal. Kamu lelah berpura-pura bangga terhadap mereka. Dan kamu tidak mungkin puas hanya menerima oleh-oleh yang itu-itu melulu: gantungan kunci yang lucu.

Jelas kamu cemburu. “Mengapa saya tidak mampu?” jerit hatimu.

Kamu akan ke luar negeri. Sebentar lagi.

Kata ‘akan’ hanya ‘angan’. Itulah rencana. Memang kamu memandang rencana bagaikan dua sisi mata uang: harapan dan khayalan.

Jika kamu siap diketawai banyak orang, maka mengumbar mimpi tidak masalah, bisa jadi itu cambuk bagi harapanmu. Jika kamu tidak mau menghadapi rasa kecewa orang lain, maka sudah, beraksi saja.

Kamu tahu, ada temanmu yang nekat pergi ke luar negeri dengan modal pas-pasan, bahasa pun pas-pasan. Hasilnya dia hidup dan tinggal beralaskan lantai emperan toko, Jadi gelandangan imigran. Mengenaskan. Bagaimana dia bisa mempertaruhkan citra bangsa dan negara jika ditanya dari mana dia berasal?

Tapi kamu tidak menampik, cap ‘luar negeri’ menjadi magnet tersendiri bagi orang-orang besar yang ingin kamu taklukkan, menjadi umpan bagi perusahaan yang sedang kamu kejar, dan tentu saja untuk memperteguh kedudukan di antara yang lain.

---
Dengar, sebentar lagi kamu pasti ke luar negeri.

Fokus pada cita-cita terbesarmu, lalu jujurlah pada diri sendiri saat menjawab pertanyaan berikut ini:

1. Apa yang harus kamu bawa ke sana?
2. Pikirkan apa dampaknya sepulang dari sana!
3. Tuliskan perkiraan tanggal, bulan, dan tahunnya!
4. Siapa yang paling mendukung cita-citamu ini?

Sudah menjawab? Sekarang mari kita bahas satu persatu.

1. Bekal
Salah seorang mahasiswa yang terhitung aktif di kampus menjawab lama sekali pertanyaan ini.

Tidak ada titik terang selain jawaban ‘modal uang’. Itu betul. Tanpa uang, kita tidak bisa meraih paspor, visa, tiket keberangkatan, tagihan restoran, atau oleh-oleh gantungan kunci yang lucu. Namun, bukankah belakangan ini beasiswa sudah banyak ditawarkan?

Tanyakan kembali pada teman-temanmu yang pernah mengikuti pertukaran pelajar. “Apa yang harus saya bawa ke luar negeri?”

Mengherankan, jawaban mereka tidaklah rumit.

Barangkali kamu sering mendengarnya. Istilah yang luar biasa keren dan pernah dikatakan Miss Universe untuk merebut hati para juri.

Kompak dan serentak teman-temanmu mengatakan, “Culture.”

Ya. Budaya. Sesudah itu, berhenti di situ. Rata-rata memang begitu. Bahkan tidak ada jawaban diplomatis selain budaya. Paling tidak di luar negeri kamu bisa tari saman, main angklung atau tari jaipongan,dll begitu katanya.

Pamer budaya.

Geez! Anak-anak yang ngamen di jalanan juga bisa pamer budaya Indonesia ke Iuar negeri

Apakah ada jawaban yang lebih hebat dari culture? Coba gali lebih dalam! Kamu sudah punya apa? Pantaskah kamu didelegasikan ke luar negeri dengan bekal yang kamu punya di dalam hati dan kepalamu?

2. Manfaat

Kamu kini mesti sadar betul dan menganalisis seberapa pantas kamu menyabet secelah kesempatan. Begitu pun jika kamu berkesempatan menjenguk negeri Paman Sam, kamu harus tahu untuk apa kamu berada di sana.

“Eksperience,” kamu bilang dengan percaya diri.

“But that is for you. For us?” tanya teman-temanmu..

“Hmm...” kamu berpikir setengah mati. “Inspiring.”

“Alah. Klise. Siapa sih yang gak terinspirasi sama orang yang melarikan diri ke luar negeri? Iya, melarikan diri. Siapa yang gak ingin jauh berlari dari problematika negeri ini?” 

Tunggu dulu, bukankah kamu singgah ke negara tetangga juga karena termotivasi ingin memperbaiki negara sendiri? Semoga saja iya. 

Kamu, juga aku, harus jeli memahami, bahwa dengan bolak-balik ke luar negeri kita hanya bisa menginspirasi (memaksa) orang lain untuk sama-sama ke luar negeri atau justru gigit jari. Ini menjadi semacam lingkaran dendam.

Kok bisa mereka tergiur? Salahmu sendiri. Terlampau semangat berfoto selfie dan mengunggahnya di berbagai akun media sosial.

Barangkali memang benar kamu bisa menginspirasi banyak orang dengan berpose di hadapan Icon-Icon negara lain Tapi apakah dengan begitu, perkataanmu bisa sebaik sabda nabi? Langkahmu menjadi uluran benang untuk sejuta umat kembali pada pencipta mereka?

Bicara mengenai inspirasi, sekarang, apa yang kamu dapatkan dari foto selfie itu?

Kebanggaan.

Kebanggaan terhadap siapa?

Tentu kebanggaan terhadap negara orang.

Siapa yang paling bangga dan diuntungkan?

Penduduk asli di negara orang.

Baiklah, kamu mungkin perlu mengingat turis-turis asing yang mondar-mandir di trotoar kita. Bagaimana sikap mereka?

Mereka jatuh cinta dengan pesona indah Nusantara. Dan dengan berfoto selfie, mereka takut akan menghancurkan keindahan itu. Mereka memotret. Bukan dipotret.

Mereka tulus ingin berbagi. Sedangkan baru pertama kali makan Kimchi saja kamu harus segera update status, ganti foto profil, dan sebagainya.

Mereka yang cinta Indonesia akan menunjukkan keindahan Indonesia.

Bagaimana dengan turis asing yang tidak sengaja melihat kecacatan Indonesia di sudut-sudut kota dan memotretnya dan menampilkannya di situs internasional?

Lihat saja di sekelilingmu. Sampah berserakan. Kepulan asap pabrik di udara. Ruas-ruas jalan mampet kendaraan. Tidak ada lagi yang sudi mengurus. Apa kamu tidak takut hal-hal demikian itu tersebar ke luar negeri sementara kamu harus minggat?

Kamu berdalih, “Para insinyur kebersihan juga banyak yang melarikan diri ke luar negeri. Di sini kerja capek, upah sedikit. Di sana kerja leluasa, upah luar biasa.”

Lantas, apa manfaatnya kamu ke luar negeri? Pikirkan ulang. Luar negeri bukan pelarian. Luar negeri juga bukan soal foto selfie.

3. Target
Seandainya suatu saat nanti kamu bisa ke luar negeri, kapan waktu terbaik menurutmu? Tahun ini? Tahun depan? Atau sebulan kemudian?

Ke mana? Amrik, Jepang, Jerman, Belanda, Turki, Aussie?

Ingat, kamu menuliskan target berdasarkan kesiapan matang. Kamu harus bisa mengukur. Kamu tahu semua orang tanpa terkecuali bisa ke luar negeri. Tapi, jadilah realistis. Jangan jadi Iccarus. Menjadi realistis bukan berarti pesimis.

Sekarang bayangkan kamu seorang atlet hendak giliran lompat jauh. Di hadapanmu banyak timeline kesuksesan. Selain ke luar negeri yang kamu tuju, tentu kamu punya banyak rencana. Kamu tahu apa saja yang mesti kamu lakukan untuk mendukung tiap-tiap rencanamu, cita-citamu.

Kapan pun, anggaplah itu angka di garis terjauh. Kamu harus melompat pada angka yang pas. Kalau tidak, ingat, meleset sedikit bukan berarti kiamat. Kalau gagal, ya paling tidak kamu sudah pernah melompat dengan kakimu sendiri.

Dan kekecewaan seringkali datang saat kamu hanya membidik arena lompatan tanpa memeriksa diri sendiri.

Kamu terlalu berorientasi ke depan tanpa melihat sesuatu yang paling dekat denganmu.

Apa yang akan terjadi terdekat, detik berikutnya dari sekarang, jam berikutnya dari sekarang, besok? Mampukah kamu membayangkannya?

Padahal cita-cita setahun ke depan dan apa yang terjadi besok sama-sama belum terjadi.

Mana cita-cita jangka pendekmu?

Pada akhirnya kamu menjawab, punya skor TOEFL yang baik.

Kapan kamu akan tes TOEFL?

Bulan depan.

Sebelum tes TOEFL?

Kursus bahasa Inggris.

Sebelum kursus?

Makan yang banyak.

Sebelum makan?

Mandi.

Sebelum mandi?

Bangun tidur.

Sebelum bangun?

Tidur.

Sebelum tidur?

Hmm.

Begitulah, Sayang, bahkan tidur pun belum. Kamu mungkin tidak tahu ada yang menghalangimu pergi ke kamar.

Bahkan makan pun belum. Kamu mungkin tidak tahu apa yang membikin kamu tersedak kemudian ruang makan pindah ke ICU.

Kamu mungkin tidak tahu ada yang tidak beres dalam tubuhmu, dalam rongga dadamu. Ialah jantung. Jantung yang bisa saja berhenti berdetak tanpa kamu minta.

Kata orang, bercita-cita harus setinggi langit.

Tapi Tuhan menginginkan kamu bercita-cita sependek mungkin. Bercita-cita untuk mati.

Jangan hanya mau bercita-cita ke luar negeri. Bercita-citalah terlebih dulu untuk sampai ke luar dunia dengan selamat.

Jika kita siap ke luar dunia, Tuhan akan menempatkanmu di muka bumi mana yang kamu suka.

Jika ternyata sampai mati kamu belum juga ke luar negeri, yakinlah bahwa negeri-negeri di surga jauh lebih indah dan bisa kamu nikmati selamanya.

4. Sponsor
Kamu sudah ke sana-ke mari mencari-cari informasi. Lembaga mana yang kiranya akan memberangkatkanmu ke luar negeri? Siapa yang akan menjadi sponsor?

Kamu sudah tidak sabar buat terbang.

Teman-temanmu rata-rata pernah ke luar negeri. Mereka sudah selesai dengan dirinya, tanggungjawabnya. Sudah ada perwakilan diri mereka di berbagai daerah. Sudah ada salinan diri mereka yang tersebar di berbagai pelosok negeri untuk menyelesaikan segala yang perlu dibenahi.

Seperti itulah senyata-nyatanya inspirasi. Menjadi King Maker, pencetak generasi. 

Sekarang, jika kamu memang sudah selesai dengan dirimu, berkemaslah. Buka koper besarmu. Siapkan perbekalan dari nomor satu sampai tiga tadi. Di dalamnya sudah kamu bungkus cita-cita dua ratus juta rakyat.

Jangan lupa bawa juga cita-cita jangka pendekmu. Mintailah restu pada siapa-siapa yang mendukungmu untuk sampai ke luar negeri. Ayah, Bunda, Om, Tante, Nenek, Kakek.

Pada akhirnya semua orang akan mendukungmu, menjadi sponsormu.

Hanya saja bagaimana jika pemilik bumi tidak mendukung? Tentu kamu tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mengatakan padanya tentang maksud baikmu ke luar negeri:

“Tuntun saya untuk menjejaki seluruh dunia, Tuhan. Hasilnya Engkau yang tentukan. Kalau Engkau tak perkenankan, saya ikhlas. Saya lebih bangga mengikuti rencana Engkau daripada rencana saya.”


2015 | Kartini F. Astuti